forum profitreload bisnis populer
forum profitreload bisnis populer
HomeFAQSearchRegisterLog in
 

Revitalisasi Pabrik Terkendala Rendahnya Harga Gula

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
profitreload



Gender:MalePiscesSnake
Age : 31
Joined : 03 Mar 2008
Posts : 14
Location : Bekasi Barat

PostSubject: Revitalisasi Pabrik Terkendala Rendahnya Harga Gula   Sun Apr 06, 2008 2:48 am

Revitalisasi Pabrik Terkendala Rendahnya Harga Gula


[img]http://www.antara.co.id/module/show.php?f=d2FwcmVzZ3VsYS5qcGc=[/img]Cirebon
(ANTARA News) - Rendahnya harga gula saat ini dinilai tidak mampu
merangsang petani tebu meningkatkan produktivitasnya sehingga program
revitalisasi pabrik gula menghadapi ancaman kekurangan pasokan bahan
baku.

Patokan harga gula yang kurang kompetitif dibanding harga komoditas
lain seperti beras dan kedelai, dikhawatirkan akan mendorong petani
tebu beralih menanam tanaman komoditas lain sehingga mengancam
keberhasilan program revitalisasi pabrik gula, kata Ketua Asosiasi
Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jawa Barat H Anwar Asmali.

Usai mengikuti kunjungan Wapres Jusuf Kalla ke Pabrik Gula Tersana Baru
di Cirebon, Anwar Asmali mendesak agar pemerintah menaikkan harga
patokan gula untuk merangsang petani meningkatkan produksi tebu
sehingga kebutuhan bahan baku yang meningkat akibat revitalisasi pabrik
gula terpenuhi.

"Di tengah kenaikan harga komiditas pertanian seperti beras dan
kedelai, justru harga gula pasir relatif statis bahkan cenderung turun.
Ini sangat membahayakan program revitalisasi yang meningkatkan
kapasitas giling tebu pabrik gula," katanya.

Menurut Anwar, penetapan harga dasar gula Rp4.900 per kilogram tidaklah
realistis karena akan menurunkan semangat petani bertanam tebu sehingga
diperkirakan banyak petani tebu yang akan beralih ke komoditas lain.

"Harga yang realistis adalah Rp5.200 per kilogram supaya mendorong
petani untuk menambah lahan tebu sesuai dengan kapasitas pabrik yang
semakin meningkat," katanya.

Hal senada dikatakan Direktur Produksi PT PG Rajawali II, Ir Widodo,
yang meminta agar petani tebu diberi rangsangan melalui harga gula yang
baik sehingga tidak beralih ke komoditas lain.

Rangsangan itu perlu untuk memacu petani tebu meningkatkan
produktivitasnya karena dengan program revitalisasi kapasitas giling
meningkat dan tentu saja membutuhkan pasokan bahan baku yang lebih
banyak pula.

Ia mencontohkan, dengan mengalirknya kredit investasi dari
BRI untuk perbaikan maupun penggantian mesin yang sudah tua, serta
penambahan unit pendukung yang sampai 2008 nilai investasinya mencapai
Rp186,5 miliar, maka kapasitas giling meningkat menjadi 16.000 ton
batang tebu per hari (TCD).

"Tahun depan dengan tambahan kredit investasi kembali, maka lima pabrik gula di Rajawali II kapasitasnya akan naik
menjadi 18.000 ton TCD dan tahun 210 ditargetkan 20.000 TCD. Semua itu
memerlukan areal tambahan sekaligus meningkatan produksi tebu per
hektar," katanya.

Menurut dia, jika banyak petani tebu yang kemudian beralih ke komoditas
lain yang lebih menguntungkan, maka akhirnya kapasitas terpasang pabrik
yang sudah direvitalisasi tidak bisa difungsikan optimal.

Pada bagian lain, Anwar menilai, rendahnya harga gula ini juga
disumbang oleh kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada petani
tebu.

Kebijakan impor gula 110.000 ton melalui Bulog dan PPI dengan dalih buffer stock
serta membiarkan gula rafinasi beredar luas di pasar tradisional dan
supermarket merupakan salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya
harga gula di dalam negeri.

Ia mengungkapkan, kebutuhan riil gula rafinasi untuk industri makanan
dan minuman di Indonesia hanya 1,2 juta ton per tahun, tetapi data yang
diungkap Ketua Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Malvin ditemukan
jumlah produksi gula rafinasi di Indonesia mencapai 1,5 juta ton.

"Berarti ada kelebihan 0,3 juta ton yang kemana larinya, apalagi ada
sejumlah industri makanan dan minuman yang bisa mengimpor sendiri gula
rafinasinya," katanya.

Oleh karena itu ia mendesak agar Dewan Gula Indonesia bisa diketaui
oleh Wakil Presiden dan bukan Menteri Pertanian. "Jika ketuanya masih
menteri, maka tidak ada daya tekan untuk menerapkan kebijakan yang
terpadu," katanya.

Ia mengungkapkan, jangan sampai satu departemen mengeluarkan kebijakan
terkait gula yang bertentangan dengan kebijakan departemen lainnya.

(*)
_________________
Back to top Go down

Revitalisasi Pabrik Terkendala Rendahnya Harga Gula

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions of this forum:You cannot reply to topics in this forum
forum profitreload bisnis populer :: umum :: kenalan-